Senin, 15 Februari 2016

Si Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah 
Kisah Teladan Islami kali ini akan membagi tentang Si Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah . Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,
“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.
* Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.
Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)
* Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)
”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)
* ”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad) ( Baca juga : Mencari Nafkah Termasuk Pengertian Jihad Dalam Islam )
Demikian lah sebagan kecil tentang kisah teladan islami agar kita semakin tahu dan semakin giat dalam mencari rizki allah yang halal dan berkah.

Kamis, 11 Februari 2016

Lima Cara Mengagalkan Godaan Setan

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan
Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ululmiddin pernah berkata bahwa diantara hal yang harus dimengerti oleh seorang hamba adalah mengetahui tipu daya setan dan godaannya. Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang menjebak dirinya sendiri masuk ke dalam kubangan setan.
Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Kedua, menghindari tempat-tempat maksiat. Ketiga, sadarlah bahwa setan suka cuci tangan. Keempat, ketahuilah setan itu mencari teman. Kelima, Janganlah terlalu banyak makan. Itulah lima langkah kongkrit ajaran al-Ghazali dalam upaya mematahkan usaha setan menggoda insan.
Oleh karena begitu akutnya tipu daya setan, maka seorang hamba harus mengerti berbagai kiat mematahkan bujuk rayu setan. Hal ini berfungsi untuk menyelamatkan dirinya dari para setan yang terkutuk. Terkutuk karena godaan dan rayuan itu dihembuskan oleh setan bersama dengan hembusan nafas manusia. Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said “apakah setan itu tidur?”. Al-Hasanpun menjawa “jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”. Sayangnya setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. begitu juga godaan-godaan mereka yang mengalir bersama arus dalam darah seorang hamba.
Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalahkan setan. Dan oleh karenanya Al-Ghazalai dengan jelas menerangkan lima kiat mematahkan godaan setan. Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Rasulullah saw pernah bersabda:
إن المؤمن ينضى شيطانه كما ينضى أحدكم بعيره فى سفره
Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan.
Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikannya. Begitu juga setan, jika seorang hamba telah bisa menguasai setan dengan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.
Kedua, janganlah seorang hamba mendekatkkan dirinya kepada tempat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar. Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah secara legoris menyatakan:  
من حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه
Baran siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya.
Ketiga, hendaknya seorang hamba selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita kelembah kenistaan dan kemadharatan abadi. Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan. Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya. Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan
…إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ …
…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu
Kemudian keempat, seorang hamba harus selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut. Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas. Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luasnya. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya. Demikian keterangan al’A’raf 16-17 menerangkan
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, 
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Dan terakhir, kelima guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar. Karena kondisi lapar akan mempermudah seorang hamba dalam mengingat Allah swt.
إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع
Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i

Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut. 

Selasa, 09 Februari 2016

Tidak Bersekutu Dalam Kedzaliman

Suatu hari ada dua ulama dari kalangan Tabiin, Ibnu Thawus dan Malik Bin Anas di panggil oleh kholifah Abu Ja'far  Al Manshur. Karena kedua Tabiin ini terkenal dengan kekejamaanya dalam menegakkan  kekuasaannnya. Mereka masuk pada majelis al Manshur, dan di persilahkan duduk. Pada saat itu sang kholifah sedang memberikan eksekusi ( memberikan hukuman mati) yang di tunggu al gojo dengan pedang besar dan tajam siap menjalankan tugas, tinggal tunggu perintah. Sang kholifah terpekur sesaat , kemudia meoleh dan berkata kepada Ibnu Thawus,"Ceritakan sesuatu tentang ayahmu" Tanpa ragu ia menjawab, " aku mendengar  ayahku berkata , bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya  orang yang paling keras siksaanya pada hari kiamat adalah orang yang menyekutukan Allah dalam hukuman-Nya, lalu memasukan ketidak adilan  dalam keadilan-Nya"
Tentu Ibnu Thawas sudah tahu resiko apa yang di sampaikan di hadapan penguasa yang sangat terkenal dalam kekejamannya. Tapi sabda Rasulullah SAW, bahwa jihat terbesar adalah kalimat yang benar(haq), yang di sampaikan di hadapan penguasa yang dzalim. Sehingga Malik bin Anas menutup wajahnya  dia takut kena percikan darah,ia berpikir Al Manshur akan memerintahkan algojonya  untuk membunuh Ibnu Thawus karena peryataannya tadi.
Ternyata Al Manshur berdiam diri sejenak, kemudia berkata " wahai ibnu Thawus, berilah aku nasehat"
"baiklah," tidakkah engkau mendengan firman Allah: Apakah kamu tidak melihat bagaimana Tuhanmu berbuat kepada kaum Ad?Penduduk iram yang mempunyai bangunan - bangunan tinggi, yang belum pernah di bangun di negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu - batu besar di lembah, dan kaum Firun yang mempunyai pasukan banyak, yang berbuat semena mena di negerinya, lalu merusak di negerinya ,lalu Tuhanmu menimpakkan azab  yang sangat pedih, sesungguhnya Tuhanmu benar - benar mengawasi!! ini lagi nasehat yang di sampaikan Ibnu Thawas terhadap penguasa dzalim dengan resiko kematian. Tapi ia tidak takut mensampaikan kebenaran terhadap penguasa yang dzalim.

Sabtu, 06 Februari 2016

BAHAGIA ITU SAAT KITA MAMPU BERBAGI


pada saat seminar monivator sering memberi balon pada peserta. Mereka dimita menulis namanya di balon dengan spidol, kemudia balon di kumpulkan dan di masukan pada sebuah ruangan .kemudia para peserta di suruh masuk pada ruangan dan menemukan balon yang bertuliskan namanya tadi dalam waktu 5 menit, Sihingga dalam ruang itu terjadi keributan saling dorong untuk mendapatkan balon yang bertulis namanya yang menjadikan kekacauan. Waktu 5 menit usai tidak ada satu pun yang mendapatkan namanya .Sang motivator menyuruh peserta untuk memberikan balon yang di dapatkan kepada orang yang senuai dengan namanya. Akhirnya sang motivator berkata "kejadian yang baru tadi sering terjadi dalam kehidupan kita sehari - hari, semua orang sibuk mencari kebahagian masing - masing untuk menemukan balon tadi.Mereka baru berhasil  mendapatkan kebahagian setelah memberikan kebahagian kepada orang lain,mirip tadi memberikan balon pada pemiliknya."Kebahagian kita terletak pada kebahagian orang lain. Beri kebahagian pada orang lain kita akan menemukan kebahagian pada diri sendiri. Sebah itu jauhkan rasa egoisme dan berusaha keras mencari kebahagian diri sendiri. Sebab kunci kebahagian itu pada "saat kita mampu berbagi sesama,"sekian sobat semoga kita termasuk bagian oarang yang bisa membahagiakan orang lain

Kamis, 04 Februari 2016

saya pernah kasih tugas anak anak buat e-mail ternyata masih banyak yang belum bisa buat. Sebenarnya membuat e-mail itu mudah berikut caranya.