Selasa, 09 Februari 2016

Tidak Bersekutu Dalam Kedzaliman

Suatu hari ada dua ulama dari kalangan Tabiin, Ibnu Thawus dan Malik Bin Anas di panggil oleh kholifah Abu Ja'far  Al Manshur. Karena kedua Tabiin ini terkenal dengan kekejamaanya dalam menegakkan  kekuasaannnya. Mereka masuk pada majelis al Manshur, dan di persilahkan duduk. Pada saat itu sang kholifah sedang memberikan eksekusi ( memberikan hukuman mati) yang di tunggu al gojo dengan pedang besar dan tajam siap menjalankan tugas, tinggal tunggu perintah. Sang kholifah terpekur sesaat , kemudia meoleh dan berkata kepada Ibnu Thawus,"Ceritakan sesuatu tentang ayahmu" Tanpa ragu ia menjawab, " aku mendengar  ayahku berkata , bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya  orang yang paling keras siksaanya pada hari kiamat adalah orang yang menyekutukan Allah dalam hukuman-Nya, lalu memasukan ketidak adilan  dalam keadilan-Nya"
Tentu Ibnu Thawas sudah tahu resiko apa yang di sampaikan di hadapan penguasa yang sangat terkenal dalam kekejamannya. Tapi sabda Rasulullah SAW, bahwa jihat terbesar adalah kalimat yang benar(haq), yang di sampaikan di hadapan penguasa yang dzalim. Sehingga Malik bin Anas menutup wajahnya  dia takut kena percikan darah,ia berpikir Al Manshur akan memerintahkan algojonya  untuk membunuh Ibnu Thawus karena peryataannya tadi.
Ternyata Al Manshur berdiam diri sejenak, kemudia berkata " wahai ibnu Thawus, berilah aku nasehat"
"baiklah," tidakkah engkau mendengan firman Allah: Apakah kamu tidak melihat bagaimana Tuhanmu berbuat kepada kaum Ad?Penduduk iram yang mempunyai bangunan - bangunan tinggi, yang belum pernah di bangun di negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu - batu besar di lembah, dan kaum Firun yang mempunyai pasukan banyak, yang berbuat semena mena di negerinya, lalu merusak di negerinya ,lalu Tuhanmu menimpakkan azab  yang sangat pedih, sesungguhnya Tuhanmu benar - benar mengawasi!! ini lagi nasehat yang di sampaikan Ibnu Thawas terhadap penguasa dzalim dengan resiko kematian. Tapi ia tidak takut mensampaikan kebenaran terhadap penguasa yang dzalim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar